Kamis, 08 Januari 2026

Bab 6: Pengukuran (Panjang dan Berat)

Pada bab ini, adik-adik akan belajar cara membandingkan ukuran benda di sekitar kita tanpa harus menggunakan angka yang rumit terlebih dahulu.

1. Mengenal Panjang dan Pendek

Kita bisa menentukan mana benda yang lebih panjang atau lebih pendek dengan cara menjajarkannya (menaruhnya berdampingan).
  • Panjang: Benda yang ukurannya lebih jauh jangkauannya.
  • Pendek: Benda yang ukurannya tidak jauh jangkauannya.
  • Tinggi dan Rendah: Digunakan untuk membandingkan benda secara vertikal (berdiri).
Contoh Perbandingan:
  • Pensil baru lebih panjang daripada pensil yang sudah sering diraut.
  • Ayah lebih tinggi daripada adik.
  • Pita merah sama panjangnya dengan pita biru.

2. Mengukur Panjang dengan Satuan Tidak Baku

Di kelas 1, kita belajar mengukur menggunakan anggota tubuh atau benda kecil lainnya. Ini disebut Satuan Tidak Baku.
  • Jengkal: Jarak antara ujung jempol dan ujung kelingking yang direntangkan.
  • Depa: Jarak antara ujung tangan kiri ke tangan kanan yang direntangkan.
  • Langkah: Jarak antara satu kaki dengan kaki lainnya saat melangkah.
  • Benda Lain: Kita juga bisa mengukur panjang meja menggunakan klip kertas atau korek api.
Ingat: Hasil pengukuran setiap orang bisa berbeda-beda karena ukuran tangan atau langkah kaki setiap orang tidak sama.


3. Mengenal Berat dan Ringan

Untuk mengetahui berat benda, kita bisa merasakannya dengan mengangkat benda tersebut atau menggunakan timbangan sederhana.
  • Berat: Benda yang terasa lebih menekan tangan saat diangkat.
  • Ringan: Benda yang terasa mudah diangkat.
Cara Membandingkan:
  1. Langsung: Memegang benda di tangan kanan dan kiri.
  2. Timbangan Sederhana: Menggunakan gantungan baju atau jungkat-jungkit.
  • Benda yang turun ke bawah adalah benda yang lebih berat.
  • Benda yang naik ke atas adalah benda yang lebih ringan.

4. Mengukur Berat dengan Satuan Tidak Baku

Kita bisa menggunakan benda kecil untuk mengukur berat benda yang lebih besar.
  • Contoh: Berat 1 buah kamus sama dengan berat 10 butir kelereng.
  • Artinya, kelereng dijadikan sebagai satuan ukurnya.

Mari Berlatih! (Latihan Soal)
  1. Pilih Mana yang Lebih Panjang: Penggaris atau Penghapus?
  2. Lengkapi Kalimat: Saat menimbang, benda yang lebih berat posisinya akan berada di ........ (Atas/Bawah).
  3. Praktik: Coba ukur lebar meja belajarmu menggunakan jengkal tanganmu. Ada berapa jengkal?
Tips untuk Orang Tua/Guru: Ajak anak untuk mempraktikkan langsung di rumah. Misalnya, membandingkan berat sendok dan panci, atau mengukur panjang ruang tamu dengan langkah kaki. Pengalaman konkret sangat membantu anak memahami konsep ini.


Jawaban 
  1. Mana yang lebih panjang?
    • Jawaban: Penggaris.
    • Penjelasan: Secara fisik, penggaris dibuat untuk mengukur benda yang lebih panjang, sedangkan penghapus ukurannya kecil agar mudah digenggam.
  2. Lengkapi Kalimat:
    • Jawaban: Bawah.
    • Penjelasan: Benda yang lebih berat akan menekan timbangan ke arah bawah karena memiliki beban yang lebih besar. Sebaliknya, benda yang ringan akan terangkat ke atas.
  3. Praktik Mengukur Meja:
    • Jawaban: (Bervariasi, contoh: 5 jengkal atau 8 jengkal).
    • Penjelasan: Hasilnya akan berbeda-beda tergantung besar meja dan ukuran tangan masing-masing anak. Inilah alasan mengapa jengkal disebut satuan tidak baku.


Tambahan Soal Tantangan (Logika)
Agar pemahaman lebih kuat, coba jawab soal tantangan ini:

Soal A: Membandingkan Tinggi Ada tiga orang:
  • Budi lebih tinggi dari Ani.
  • Cici lebih tinggi dari Budi.
  • Pertanyaan: Siapa yang paling tinggi di antara mereka bertiga?
Soal B: Berat Benda
  • Berat 1 Apel = 3 butir kelereng.
  • Berat 1 Jeruk = 5 butir kelereng.
  • Pertanyaan: Mana yang lebih berat, Apel atau Jeruk?

Jawaban Soal Tantangan:
  • Soal A: Cici (karena Cici lebih tinggi dari Budi, dan Budi sudah lebih tinggi dari Ani).
  • Soal B: Jeruk (karena membutuhkan lebih banyak kelereng untuk menyeimbangkannya).