1. Unsur-Unsur Golongan Utama (Gas Mulia & Halogen)
A. Gas Mulia (Golongan VIIIA)
Unsur: He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn.
- Sifat: Sangat stabil (inert) karena elektron valensinya sudah penuh (duplet/oktet).
- Wujud: Semuanya gas pada suhu kamar.
- Kegunaan: Helium (balon udara), Neon (lampu reklame), Argon (pengisi bohlam), Radon (terapi kanker).
B. Halogen (Golongan VIIA)
Unsur: F, Cl, Br, I, At.
- Sifat: Sangat reaktif (mudah menangkap elektron), bersifat oksidator kuat.
- Wujud: F₂ & Cl₂ (gas), Br₂ (cair), I₂ (padat).
- Daya Oksidasi: F₂ > Cl₂ > Br₂ > I₂ (Fluorin adalah oksidator terkuat).
- Reaksi Pendesakan: Halogen yang di atas dapat mendesak halida yang di bawahnya (Contoh: Cl₂ + 2NaBr → 2NaCl + Br₂).
2. Logam Alkali dan Alkali Tanah
A. Logam Alkali (Golongan IA)
Unsur: Li, Na, K, Rb, Cs, Fr.
- Sifat: Sangat reaktif (disimpan dalam minyak), reduktor kuat, mudah melepas 1 elektron valensi.
- Uji Nyala: Li (merah), Na (kuning), K (ungu).
B. Logam Alkali Tanah (Golongan IIA)
Unsur: Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra.
- Sifat: Reaktif (tapi lebih kurang reaktif dibanding IA), membentuk basa kuat (kecuali Be).
- Kelarutan Senyawa Hidroksida: Semakin ke bawah (dari Mg ke Ba), kelarutan M(OH)₂ semakin besar (makin mudah larut).
- Kelarutan Senyawa Sulfat: Semakin ke bawah (dari Mg ke Ba), kelarutan MSO₄ semakin kecil (makin sukar larut).
3. Unsur Periode Ketiga
Urutan: Na – Mg – Al – Si – P – S – Cl – Ar
- Sifat Logam/Non-Logam: Dari kiri ke kanan sifat logam berkurang, sifat non-logam bertambah.
- Sifat Asam/Basa: Dari kiri ke kanan sifat basa berkurang, sifat asam bertambah.
- Basa Kuat: NaOH
- Amfoter (bisa asam/basa): Al(OH)₃
- Asam Kuat: HClO₄
- Energi Ionisasi: Secara umum meningkat dari kiri ke kanan, namun ada penyimpangan pada Mg > Al dan P > S karena konfigurasi elektron yang lebih stabil.
4. Unsur Transisi Periode Keempat
Urutan: Sc – Ti – V – Cr – Mn – Fe – Co – Ni – Cu – Zn
- Sifat Umum: Semuanya logam, memiliki titik leleh tinggi, bersifat paramagnetik (tertarik magnet).
- Bilangan Oksidasi: Memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi (kecuali Sc dan Zn).
- Senyawa Berwarna: Ion-ion unsur transisi umumnya memiliki warna yang khas (contoh: Cu²⁺ biru, Mn²⁺ merah muda, Cr³⁺ hijau).
- Ion Kompleks: Mampu membentuk ion kompleks yang terdiri dari atom pusat dan ligan.
5. Kelimpahan Unsur di Alam & Mineralnya
Penting untuk menghafal nama mineral dari beberapa logam:
- Aluminium (Al): Bauksit, Kriolit.
- Besi (Fe): Hematit, Magnetit, Pirit.
- Tembaga (Cu): Kalkopirit.
- Magnesium (Mg): Dolomit, Magnesit.
6. Proses Pembuatan Unsur (Proses Industri)
| Unsur | Nama Proses |
| Aluminium | Hall-Heroult |
| Amonia | Haber-Bosch |
| Asam Sulfat | Kontak |
| Besi | Tanur Tiup (Blast Furnace) |
| Natrium | Sel Downs |
| Magnesium | Dow |
| Fosforus | Wohler |
Glosarium Kimia Unsur
- Amfoter: Sifat suatu zat yang dapat bertindak sebagai asam maupun basa, tergantung lingkungannya (contoh: Al(OH)₃).
- Anomali Energi Ionisasi: Penyimpangan keteraturan energi ionisasi dalam satu periode (seperti pada Mg ke Al dan P ke S) karena perbedaan stabilitas konfigurasi elektron subkulit.
- Daya Oksidasi: Kemampuan suatu unsur untuk mengoksidasi zat lain sementara dirinya sendiri mengalami reduksi (paling kuat pada golongan Halogen).
- Daya Reduksi: Kemampuan suatu unsur untuk mereduksi zat lain sementara dirinya sendiri mengalami oksidasi (paling kuat pada golongan Alkali).
- Diamagnetik: Sifat materi yang tidak dapat ditarik oleh medan magnet karena seluruh elektronnya sudah berpasangan (contoh: Zn).
- Elektron Valensi: Elektron yang berada pada kulit terluar atom yang menentukan sifat kimia dan cara atom tersebut berikatan.
- Fluks: Zat yang ditambahkan pada proses pengolahan logam (seperti pada Tanur Tiup) untuk mengikat kotoran sehingga membentuk terak (slag) yang mudah dipisahkan.
- Hygroskopis: Sifat zat yang mudah menyerap molekul air dari udara atau lingkungannya (contoh: NaOH).
- Inert: Sifat kimia yang sukar bereaksi atau tidak reaktif (sifat utama golongan Gas Mulia).
- Ion Kompleks: Struktur yang terdiri dari atom pusat (biasanya logam transisi) yang dikelilingi oleh molekul atau ion lain yang disebut ligan.
- Ligan: Molekul netral atau anion yang mendonorkan pasangan elektron bebas (PEB) kepada atom pusat dalam pembentukan ion kompleks.
- Metalurgi: Ilmu dan teknologi yang mempelajari cara mengekstraksi logam dari bijihnya dan pemurniannya.
- Oksidator: Zat yang menyebabkan zat lain teroksidasi (Halogen adalah oksidator kuat).
- Paramagnetik: Sifat materi yang ditarik oleh medan magnet karena adanya elektron yang tidak berpasangan (ciri khas sebagian besar unsur transisi).
- Pendesakan Halogen: Reaksi di mana halogen yang lebih reaktif (terletak lebih atas dalam golongan VIIA) menggantikan posisi ion halida yang kurang reaktif di bawahnya.
- Reduktor: Zat yang menyebabkan zat lain tereduksi (Logam Alkali adalah reduktor kuat).
- Tanur Tiup (Blast Furnace): Tungku besar yang digunakan untuk mereduksi bijih besi secara industri dengan bantuan kokas.
- Uji Nyala: Prosedur analisis untuk mengidentifikasi keberadaan ion logam tertentu berdasarkan warna cahaya yang dipancarkan saat dibakar dalam nyala api.