Senyawa turunan alkana adalah senyawa hidrokarbon yang satu atau lebih atom H-nya diganti oleh atom atau gugus atom tertentu yang disebut Gugus Fungsi.
1. Klasifikasi Gugus Fungsi (Standar IUPAC)
Berdasarkan struktur dan sifat kimianya, turunan alkana dibagi menjadi 7 golongan utama:
| Golongan | Gugus Fungsi | Rumus Umum | Akhiran Nama |
| Alkanol (Alkohol) | —OH | CₙH₂ₙ₊₂O | -ol |
| Alkoksi Alkana (Eter) | —O— | CₙH₂ₙ₊₂O | -oksi -alkana |
| Alkanal (Aldehid) | —CHO | CₙH₂ₙO | -al |
| Alkanon (Keton) | —CO— | CₙH₂ₙO | -on |
| Asam Alkanoat | —COOH | CₙH₂ₙO₂ | asam ... -oat |
| Alkil Alkanoat (Ester) | —COO— | CₙH₂ₙO₂ | alkil ... -oat |
| Haloalkana | —X (F, Cl, Br, I) | CₙH₂ₙ₊₁X | haloalkana |
2. Isomer Fungsi (Pasangan Rumus Molekul Sama)
Isomer fungsi adalah senyawa yang memiliki rumus molekul sama, namun berbeda jenis gugus fungsinya. Pemahaman pasangan ini sangat krusial dalam identifikasi senyawa:
1. Alkohol dan Eter (CₙH₂ₙ₊₂O)
- Contoh: Etanol (C₂H₅OH) dan Metoksi Metana (CH₃OCH₃).
- Contoh: Propanal (C₂H₅CHO) dan Propanon (CH₃COCH₃).
- Contoh: Asam Etanoat (CH₃COOH) dan Metil Metanoat (HCOOCH₃).
3. Sifat Fisik dan Kimia (Perbandingan)
A. Alkohol vs Eter
- Alkohol: Memiliki ikatan hidrogen, titik didih tinggi, larut dalam air. Bereaksi dengan logam aktif (seperti Na) menghasilkan gas hidrogen (H₂).
- Eter: Tidak memiliki ikatan hidrogen, titik didih rendah, sulit larut dalam air. Tidak bereaksi dengan logam Na.
B. Aldehid vs Keton (Uji Identifikasi)
- Aldehid: Bersifat reduktor kuat. Memberikan hasil positif (endapan merah bata Cu₂O) dengan pereaksi Fehling dan hasil positif (cermin perak Ag) dengan pereaksi Tollens.
- Keton: Reduktor lemah. Tidak bereaksi dengan pereaksi Fehling maupun Tollens.
C. Asam Karboksilat vs Ester
- Asam Karboksilat: Memiliki aroma tajam (seperti cuka), bersifat asam lemah, dan dapat bereaksi dengan basa membentuk garam.
- Ester: Umumnya memiliki aroma harum buah-buahan (esens) dan bersifat netral.
4. Reaksi-Reaksi Penting
1. Oksidasi Alkohol:
- Alkohol Primer → Aldehid → Asam Karboksilat.
- Alkohol Sekunder → Keton.
- Alkohol Tersier → Tidak dapat dioksidasi.
2. Esterifikasi: Reaksi pembentukan ester dari Asam Karboksilat dan Alkohol dengan bantuan katalis asam kuat (misalnya H₂SO₄).
3. Saponifikasi: Reaksi hidrolisis ester (lemak/minyak) dengan basa kuat (NaOH atau KOH) untuk menghasilkan sabun dan gliserol.
5. Kegunaan dalam Kehidupan Sehari-hari
- Metanol: Bahan bakar spiritus dan bahan baku plastik.
- Etanol: Antiseptik (kadar 70%) dan pelarut organik.
- Formaldehid (Formalin): Pengawet spesimen biologi.
- Aseton: Pelarut cat kuku (kutek) dan pembersih sisa perekat.
- Asam Cuka: Bahan tambahan makanan (pengatur keasaman).
- Ester: Bahan pemberi aroma (esens) pada makanan dan minuman.