1. Gaya Antarmolekul vs Ikatan Kimia
- Ikatan Kimia: Terjadi di dalam molekul (Intramolekul). Contoh: Ikatan Ion dan Kovalen.
- Gaya Antarmolekul: Terjadi di antara molekul-molekul. Gaya ini menentukan sifat fisis seperti titik didih.
2. Teori VSEPR dan Domain Elektron
Teori ini digunakan untuk meramalkan Bentuk Molekul. Prinsip utamanya adalah pasangan elektron (ikatan maupun bebas) akan saling menjauh untuk meminimalkan tolakan.
- PEI (Pasangan Elektron Ikatan): Elektron yang digunakan untuk berikatan.
- PEB (Pasangan Elektron Bebas): Elektron yang tidak digunakan berikatan (tolakannya lebih kuat dibanding PEI).
Tabel Bentuk Molekul
| Jumlah Domain | Susunan Ruang | Rumus (VSEPR) | Contoh Molekul |
| 2 | Linear | AX₂ | BeCl₂, CO₂ |
| 3 | Trigonal Planar | AX₃ | BF₃ |
| 4 | Tetrahedral | AX₄ | CH₄ |
| 4 | Piramida Trigonal | AX₃E | NH₃ |
| 4 | Planar V (Bengkok) | AX₂E₂ | H₂O |
| 5 | Bipiramida Trigonal | AX₅ | PCl₅ |
| 6 | Oktahedral | AX₆ | SF₆ |
3. Teori Hibridisasi
Hibridisasi adalah peleburan orbital atom untuk membentuk orbital baru yang setingkat.
- sp: Bentuk molekul Linear.
- sp²: Bentuk molekul Trigonal Planar.
- sp³: Bentuk molekul Tetrahedral.
- sp³d: Bentuk molekul Bipiramida Trigonal.
- sp³d²: Bentuk molekul Oktahedral.
4. Gaya Antarmolekul (Menentukan Titik Didih)
Urutan kekuatan gaya (dari yang terkuat ke terlemah):
- Ikatan Hidrogen: Terjadi jika atom H berikatan dengan atom yang sangat elektronegatif (F, O, N). Contoh: H₂O, HF, NH₃. (Trafik tinggi: Siswa sering mencari "Kenapa titik didih air tinggi?").
- Gaya Dipol-Dipol: Terjadi pada molekul polar.
- Gaya London (Dispersi): Terjadi pada molekul non-polar. Semakin besar massa molekul (Mᵣ), semakin kuat Gaya London-nya.
5. Kepolaran Senyawa
- Molekul Polar: Memiliki perbedaan keelektronegatifan dan bentuknya tidak simetris (punya PEB pada atom pusat). Contoh: H₂O, NH₃, HCl.
- Molekul Non-Polar: Bentuknya simetris dan tidak punya PEB pada atom pusat. Contoh: CH₄, CO₂, O₂.
Mengapa Molekul Air (H₂O) Berbentuk V dan Bukan Linear?
Bentuk molekul air (H₂O) ditentukan oleh Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion). Meskipun terdiri dari tiga atom, air tidak berbentuk linear seperti CO₂ karena adanya perbedaan distribusi elektron pada atom pusatnya.
Pada molekul air, atom pusat Oksigen memiliki 4 domain elektron (2 pasangan ikatan dan 2 pasangan bebas). Secara geometris, empat domain ini mengarah pada bentuk dasar Tetrahedral. Namun, karena kita hanya melihat posisi atomnya saja, bentuk yang tampak adalah Planar V atau Bengkok.
Pengaruh 2 PEB pada Atom Oksigen
Keberadaan dua Pasangan Elektron Bebas (PEB) pada atom Oksigen memiliki pengaruh krusial terhadap struktur molekul :
- Tolakan Maksimal: Berdasarkan kaidah VSEPR, tolakan antara PEB-PEB lebih kuat daripada tolakan PEB-PEI (Pasangan Elektron Ikatan) maupun PEI-PEI. Dua PEB ini menempati ruang yang lebih luas di sekitar atom Oksigen.
- Penyempitan Sudut Ikatan: Kuatnya tekanan dari kedua PEB tersebut "mendorong" ikatan O-H untuk saling mendekat. Akibatnya, sudut ikatan yang pada bentuk tetrahedral normal adalah 109,5° menyempit menjadi 104,5°.
- Asimetri dan Polaritas: Kehadiran PEB menyebabkan distribusi muatan elektron tidak merata. Hal ini membuat molekul air bersifat asimetris dan memiliki momen dipol (polar), yang memungkinkan air memiliki sifat-sifat unik sebagai pelarut kehidupan.