1. Sebuah kristal urea dilarutkan ke dalam air di dalam sebuah gelas kimia. Setelah kristal larut, dinding gelas terasa dingin. Peristiwa ini menunjukkan terjadinya reaksi...
A. Eksoterm, karena kalor berpindah dari sistem ke lingkungan
B. Eksoterm, karena kalor berpindah dari lingkungan ke sistem
C. Endoterm, karena kalor berpindah dari sistem ke lingkungan
D. Endoterm, karena kalor berpribdah dari lingkungan ke sistem
E. Isoterm, karena tidak ada perubahan energi
2. Di antara persamaan termokimia berikut, yang merupakan reaksi pembentukan standar (ΔHf°) adalah...
A. CO(g) + 1/2 O₂(g) → CO₂(g) ΔH = -283 kJ
B. 2H(g) + O(g) → H₂O(l) ΔH = -285 kJ
C. C(grafit) + O₂(g) → CO₂(g) ΔH = -393,5 kJ
D. NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H₂O(l) ΔH = -57 kJ
E. 2SO₂(g) + O₂(g) → 2SO₃(g) ΔH = -196 kJ
3. Jika diketahui energi ikatan rata-rata: C=C : 614 kJ/mol C-C : 348 kJ/mol C-H : 413 kJ/mol H-H : 436 kJ/mol Besarnya perubahan entalpi untuk reaksi: C₂H₄ + H₂ → C₂H₆ adalah...
A. -124 kJ
B. +124 kJ
C. -248 kJ
D. +248 kJ
E. -100 kJ
4. Dalam suatu kalorimeter, 50 mL larutan NaOH 1 M direaksikan dengan 50 mL HCl 1 M. Terjadi kenaikan suhu sebesar 6°C. Jika kalor jenis air adalah 4,2 J/g°C dan massa jenis larutan dianggap 1 g/mL, maka ΔH netralisasi adalah...
A. -25,2 kJ/mol
B. -50,4 kJ/mol
C. -42,0 kJ/mol
D. -60,0 kJ/mol
E. -12,6 kJ/mol
5. Diketahui: (1) C + O₂ → CO₂ ΔH = -394 kJ (2) 2CO + O₂ → 2CO₂ ΔH = -568 kJ Berdasarkan Hukum Hess, ΔH untuk reaksi C + 1/2 O₂ → CO adalah...
A. -110 kJ
B. -210 kJ
C. -174 kJ
D. +110 kJ
E. +210 kJ
6. Karakteristik reaksi eksoterm adalah...
A. Entalpi produk lebih besar dari entalpi reaktan
B. Sistem menyerap kalor dari lingkungan
C. ΔH bernilai positif (+)
D. Terjadi penurunan suhu pada lingkungan
E. Entalpi sistem berkurang selama reaksi berlangsung
7. Perhatikan reaksi berikut: 2H₂(g) + O₂(g) → 2H₂O(l) ΔH = -572 kJ Kalor yang dilepaskan pada pembakaran 1 gram gas H₂ (Ar H = 1) adalah...
A. 572 kJ
B. 286 kJ
C. 143 kJ
D. 71,5 kJ
E. 57,2 kJ
8. Nilai ΔHf° unsur bebas seperti Fe, O₂, N₂, dan C(grafit) pada keadaan standar adalah...
A. Tergantung suhu
B. Selalu positif
C. Selalu negatif
D. Nol
E. Tidak dapat ditentukan
9. Perubahan entalpi penguraian standar (ΔHd°) merupakan kebalikan dari...
A. ΔHc°
B. ΔHf°
C. ΔHn°
D. ΔH sublimasi
E. Energi ikatan
10. Suatu proses disebut endoterm apabila...
A. Kalor mengalir dari sistem ke lingkungan
B. ΔH < 0
C. Wadah reaksi terasa panas
D. Energi sistem bertambah setelah reaksi
E. Terjadi pembakaran sempurna
Kunci Jawaban dan Pembahasan
- Jawaban: D. Pembahasan: Dinding gelas terasa dingin artinya sistem menyerap kalor dari lingkungan (suhu lingkungan turun). Ini adalah ciri reaksi Endoterm.
- Jawaban: C. Pembahasan: ΔHf° adalah pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsur bebasnya dalam bentuk stabil. Pilihan C menggunakan C(grafit) dan O₂, keduanya adalah unsur stabil.
- Jawaban: A. Pembahasan: ΔH = (Energi ikatan kiri) - (Energi ikatan kanan). Kiri: 1 (C=C) + 4 (C-H) + 1 (H-H) = 614 + 1652 + 436 = 2702. Kanan: 1 (C-C) + 6 (C-H) = 348 + 2478 = 2826. ΔH = 2702 - 2826 = -124 kJ.
- Jawaban: B. Pembahasan: Q = m x c x ΔT = 100g x 4,2 x 6 = 2520 Joule = 2,52 kJ. Mol NaOH = 0,05 L x 1 M = 0,05 mol. ΔH = -Q/n = -2,52 / 0,05 = -50,4 kJ/mol.
- Jawaban: A. Pembahasan: Reaksi (1) tetap, reaksi (2) dibalik dan dibagi 2. C + O₂ → CO₂ ΔH = -394 CO₂ → CO + 1/2 O₂ ΔH = +284 Hasil: C + 1/2 O₂ → CO ΔH = -110 kJ.
- Jawaban: E. Pembahasan: Eksoterm melepas kalor, sehingga energi/entalpi sistem berkurang (H akhir < H awal), itulah mengapa ΔH negatif.
- Jawaban: C. Pembahasan: Reaksi menunjukkan 2 mol H₂ melepas 572 kJ. 1 mol H₂ melepas 286 kJ. Massa 1 mol H₂ = 2 gram. Maka untuk 1 gram H₂ = 286 / 2 = 143 kJ.
- Jawaban: D. Pembahasan: Sesuai kesepakatan internasional (IUPAC), entalpi pembentukan standar unsur bebas dalam bentuknya yang paling stabil adalah nol.
- Jawaban: B. Pembahasan: ΔHd° (Dissociation/Penguraian) adalah kebalikan dari ΔHf° (Formation/Pembentukan). Jika pembentukan melepas kalor, maka penguraian menyerap kalor dengan jumlah yang sama.
- Jawaban: D. Pembahasan: Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi dari luar, sehingga total energi atau entalpi sistem setelah reaksi akan meningkat (H produk > H reaktan).