Mata Pelajaran: Kimia (IPA Terpadu) Kelas: 10 SMA Jumlah Soal: 10 Butir Pilihan Ganda
1. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat mendeskripsikan filosofi utama dari Kimia Hijau?
A. Mengolah limbah industri sebanyak mungkin agar tidak mencemari sungai.
B. Mendesain produk dan proses kimia untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya.
C. Menghentikan semua penggunaan bahan kimia sintetis dan beralih sepenuhnya ke bahan alami.
D. Meningkatkan produksi bahan kimia sebesar-besarnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi global.
2. Seorang ilmuwan mengembangkan kantong belanja yang terbuat dari pati singkong agar mudah terurai oleh mikroorganisme di tanah. Prinsip Kimia Hijau manakah yang diterapkan dalam kasus ini?
A. Menggunakan katalis.
B. Mendesain produk yang mudah terurai (Design for Degradation).
C. Mencegah timbulnya limbah.
D. Meningkatkan ekonomi atom.
3. Dalam sebuah reaksi pembuatan senyawa, massa molar total reaktan yang digunakan adalah 100 g/mol. Jika massa molar produk yang diinginkan adalah 85 g/mol, berapakah persentase Ekonomi Atomnya?
A. 15%
B. 85%
C. 100%
D. 115%
4. Penggunaan katalis dalam proses industri kimia sangat dianjurkan dalam prinsip Kimia Hijau. Apa alasan utama di balik hal ini?
A. Katalis dapat menggantikan bahan baku utama sehingga lebih murah.
B. Katalis meningkatkan efisiensi energi dengan menurunkan energi aktivasi reaksi.
C. Katalis membuat produk sampingan menjadi lebih beracun.
D. Katalis memastikan reaksi hanya bisa berjalan di suhu yang sangat tinggi.
5. Pemerintah Indonesia sedang menggalakkan program Biodiesel B35 yang berasal dari minyak kelapa sawit. Hal ini merupakan perwujudan dari prinsip Kimia Hijau yaitu...
A. Mencegah potensi kecelakaan.
B. Penggunaan bahan baku terbarukan (Renewable Feedstocks).
C. Mengurangi derivat atau turunan.
D. Analisis real-time untuk polusi.
6. Salah satu prinsip Kimia Hijau adalah menggunakan pelarut yang aman. Di antara pelarut berikut, manakah yang dianggap paling ramah lingkungan?
A. Benzena
B. Kloroform
C. Air (H2O)
D. Karbon tetraklorida
7. Reaksi adisi (penggabungan dua molekul menjadi satu) umumnya dianggap lebih "hijau" daripada reaksi substitusi (pertukaran atom). Mengapa demikian?
A. Reaksi adisi menghasilkan panas yang lebih sedikit.
B. Reaksi adisi memiliki nilai Ekonomi Atom yang cenderung lebih tinggi.
C. Reaksi substitusi selalu menggunakan bahan yang sangat mahal.
D. Reaksi adisi tidak membutuhkan katalis sama sekali.
8. Kimia Hijau mendukung pencapaian SDG nomor 12, yaitu "Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab". Apa peran nyata kimia hijau dalam hal ini?
A. Membatasi jumlah barang yang boleh dibeli oleh konsumen.
B. Mendesain proses industri yang efisien sehingga meminimalkan limbah B3.
C. Menghilangkan semua pabrik kimia di seluruh dunia.
D. Mempromosikan penggunaan plastik sekali pakai karena murah.
9. Prinsip "Mencegah Derivat" dalam Kimia Hijau menyarankan agar kita menghindari penggunaan gugus pelindung atau modifikasi sementara. Mengapa prinsip ini penting?
A. Agar molekul yang dihasilkan memiliki warna yang lebih menarik.
B. Karena setiap langkah tambahan memerlukan reagen ekstra dan menghasilkan lebih banyak limbah.
C. Agar reaksi kimia berjalan lebih lambat sehingga mudah dipantau.
D. Karena derivat bersifat radioaktif.
10. Bagaimana penerapan "Analisis Real-Time untuk Pencegahan Polusi" membantu sebuah pabrik kimia?
A. Memberikan laporan polusi tahunan kepada pemerintah.
B. Mendeteksi pembentukan zat berbahaya saat proses berlangsung sehingga bisa segera dihentikan.
C. Membayar denda polusi secara otomatis melalui sistem perbankan.
D. Meningkatkan harga jual produk berdasarkan tingkat polusi yang dihasilkan.
KUNCI JAWABAN & PEMBAHASAN SINGKAT
- B (Fokus pada desain untuk menghilangkan bahaya).
- B (Pati singkong bersifat biodegradable/mudah terurai).
- B (Ekonomi Atom = 85/100 x 100% = 85%).
- B (Katalis menghemat energi dengan mempercepat reaksi pada kondisi rendah).
- B (Sawit adalah sumber biomassa yang bisa diperbarui).
- C (Air adalah pelarut paling aman dan alami).
- B (Adisi menyatukan semua atom reaktan ke produk, minim limbah sampingan).
- B (Produksi yang bertanggung jawab = produksi minim limbah berbahaya).
- B (Langkah tambahan dalam reaksi = boros bahan dan energi).
- B (Monitoring seketika mencegah pelepasan polutan ke alam).